Manajemen Pekerjaan Dosen

Setiap dosen mengetahui bahwa mereka punya tiga pekerjaan penting di universitas:

a) Pengajaran: mengajar, memeriksa, membimbing tugas/praktikum, membimbing tugas akhir dan kerja praktek, membimbing karya ilmiah mahasiswa,

b) Penelitian: meneliti, mempublikasikan hasil penelitian, menulis buku, menulis artikel, menulis proposal, mengelola penelitian,

c) Pengabdian masyarakat: mengembangkan penelitian menjadi pengabdian, memberikan penyuluhan/informasi, membantu instansi,

dan ada pekerjaan lain yang disebut:

d) Penunjang: menambah kompetensi, menjadi pengurus/panitia, mengerjakan pekerjaan administrasi, etc.

Tetapi, pada prakteknya banyak dosen tidak membuat perencanaan tahunan untuk mengerjakan pekerjaan di atas. Kadang-kadang hanya mengikuti saja apa yang dilakukan rekan sejawat atau apa yang diinginkan atasan pada waktu tertentu. Padahal dosen memiliki keleluasaan untuk memperkirakan penggunaan waktu yang efisien dan sumber daya yang dimiliki sehingga efektif mencapai tujuan.

Oleh karena itu, setiap awal tahun, dosen diharuskan memiliki rencana konkrit untuk output yang ingin dicapai, misalnya, 2 artikel diterbitkan di seminar/jurnal nasional, 2 artikel di seminar/jurnal internasional, 2 kegiatan pengabdian masyarakat dan 2 modul kuliah pada minggu/bulan tertentu. Di luar waktu-waktu tersebut, dosen bisa fokus untuk melakukan tugas-tugas penunjang dan mengembangkan diri.

Pekanbaru,4-IMG_7713

Dosen Punya Banyak Minat

Dosen punyaOLYMPUS DIGITAL CAMERA banyak minat kini makin terdengar wajar saja.

Apalagi dalam beberapa tahun belakangan ini kita bisa mengakses arus informasi dari internet untuk mendapatkan data, ide, inspirasi, dan keahlian baru sehingga membuka peluang mengerjakan berbagai hal yang belum pernah dipikirkan sebelumnya. Misalnya, beberapa dosen dari berbagai jurusan menggunakan keahlian masing-masing untuk bekerja sama secara multi disiplin mengerjakan suatu topik penelitian mengenai lingkungan. Atau, seorang dosen bisa mengerjakan beberapa topik secara simultan karena memiliki beberapa minat dan keahlian yang tidak dimiliki orang lain.

Banyak dosen yang punya banyak minat telah mempraktekkan hal tersebut dan sukses di berbagai bidang. Hal ini menjadi suatu keahlian bagi dosen tersebut untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan membantu perbaikan kehidupan masyarakat. Sedangkan bagi institusi, partisipasi dosen di berbagai bidang dapat membantu atmosfir akademik menjadi lebih dinamis sehingga gairah meneliti dan pengabdian masyarakat lebih tinggi. Berbagai ide-ide baru dapat dibawa ke kampus dan diselesaikan bersama-sama dengan sesama rekan dosen tanpa membedakan latar belakang kompetensi. Demikianlah cara sebuah institusi berkembang menghadapi tantangan dengan menjadi salah satu problem solver permasalahan yang dihadapi masyarakat di sekitarnya.

Kembali ke dosen punya banyak minat tadi, sudah tentu tidak mengapa asal tidak melalaikan kewajiban dan menghabiskan waktu untuk mengerjakan tanggung jawab utama selama mereka mampu. Jika berkarir sebagai dosen adalah sebuah rahmat dari Allah SWT, maka semua minat dan keahlian tersebut ditujukan untuk mengerjakan hal-hal baik bagi diri dan lingkungan sekitarnya.

Pekanbaru,